Select your Top Menu from wp menus

Kebutuhan Akrilonitril di Indonesia

Kebutuhan Akrilonitril di Indonesia. Kebutuhan manusia semakin bertambah, salah satu barang yang sangat dibutuhkan adalah peralatan yang menunjang kehidupan sehari-hari, barang-barang tersebut memiliki sifat yang tahan lama, ringan, tidak mudah terdegradasi, kuat, tahan terhadap suhu tinggi, dan tidak mudah terkorosi. Salah satu bahan tersebut adalah poliakrilonitril yang dibuat dari monomer akrilonitril.

Akrilonitril atau sering disebut vinil sianida merupakan senyawa organik yang berbetuk cairan tak berwarna dengan rumus kimia C3H3N yang memiliki sifat reaktif, volatil, flammable, dan korosif. Karena keunggulannya maka, penggunaan akrilonitril begitu luas dalam industri polimer. Pemanfaatannya antara lain sebagai pembentuk bahan kimia lain seperi plastik, karet sintetik, serat akrilik.

Kebutuhan akrilonitril di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun, hal ini kurang didukung dengan adanya pabrik akrilonitril dalam negeri. Indonesia masih mengimpor akrilonitril dari negara lain, seperti negara-negara dari Eropa dan Amerika. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa nilai kebutuhan akrilonitril Indonesia dari tahun 2010-2015 ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Kebutuhan Akrilonitril di Indonesia
Kebutuhan Akrilonitril di Indonesia

Tabel di atas menunjukkan bahwa Kebutuhan Akrilonitril meningkat sepanjang tahun. Untuk memenuhi kebutuhan akrilonitril dan mewujudkan Indonesia yang mandiri, maka perlu didirikan pabrik akrilonitril. Dari hasil ekstrapolasi, akrilonitril tahun 2020 di Indonesia sebesar 39.990,46 ton atau jika dibulatkan menjadi 40.000 ton.

Pada perancangan pabrik akrilonitril, ditentukan lokasi pendirian pabrik yang strategis agar mendapatkan keuntungan teknis dan ekonomis seoptimal mungkin. Cilegon dan Banten adalah tergolong lokasi pendirian pabrik yang strategis karena raw material oriented, yang mana Cilegon merupakan daerah industri yang menghasilkan berbagai bahan kimia yang dapat dijadikan bahan dasar untuk pembuatan akrilonitril. Serta, Cilegon memiliki persentase usia produktif (15-64 tahun) 68,96 % dengan total jumlah penduduk 405.503 jiwa. Tingkat pengangguran di Cilegon pada tahun 2014 ialah 11,38 % . Oleh karena itu, dengan membangun pabrik tersebut diharapkan dapat menunjang kehidupan masyarakat di daerah Cilegon.

______
Lebih detail mengenai rancangan pendirian pabrik Akrilonitril dapat di simak pada Info BIZTEKA edisi September 2017

Kebutuhan Akrilonitril di Indonesia

 

Related posts