Peningkatan Panjang Jalan di Indonesia

DAPATKAH PENINGKATAN PANJANG JALAN DI INDONESIA MAMPU MENGEJAR LAJU POPULASI KENDARAAN BERMOTOR ?

 

Pembangunan infrastruktur di Indonesia beberapa tahun belakangan ini sangat menonjol, diantaranya adalah pembangunan jalan. Pembangunan jalan dilakukan baik dari kuantitas maupun kulaitas jalan. Tujuan pembangunan jalan ini selain untuk membuka akses ekonomi antar daerah juga untuk memfasilitasi berkembangnya populasi kendaraan bermotor dan laju transportasi yang terus bertumbuh sehingga memerlukan fasilitas jalan tersebut. Semakin berkembangnya penduduk dan meningkatnya laju ekonomi di Indonesia akan sangat memerlukan fasilitas transportasi diantaranya untuk logistik berbagai kebutuhan, sehingga jalan adalah prasyarat yang utama untuk lancarnya logistik di dalam negeri. Karena diketahui bahwa ranking kondisi infrastruktur menurut The Global Competitiveness Report (2016-2017) Indonesia masuk di ranking 60 dengan score 4,24, sedangkan Malaysia di ranking 24 dengan score 5,42 apalagi Singapore berada di peringkat 2 dengan score 6,50.

Selama lima tahun terakhir pembangunan jalan di Indonesia salah satunya bisa diamati melalui perkembangan panjang jalan. Selama tahun 2012-2016, panjang jalan di dalam negeri meningkat sangat lambat yaitu rata-rata hanya 1,74% per tahun, yaitu pada tahun 2016 lalu panjang jalan hanya mencapai 537,838 Km. Pengelolaan jalan di Indonesia dibagi menjadi 3, yaitu pengelola oleh pemerintah pusat (negara), pemerintah propinsi dan pemerintah kota/kabupaten. Laju peningkatan tercepat adalah jalan yang dikelola oleh negara yang rata-rata meningkat 5,4% selama lima tahun lalu, namun panjang jalan terbesar adalah jalan yang dikelola oleh pemerintah kota/kabupaten yang mencapai 435,405 Km (81%). Untuk jelasnya lihat tabel perkembangan panjang jalan berikut ini. lebih lengkap pada Opini Bizteka edisi Desember 2017

 

 

 

Related posts

error: Content is protected !!