Rp520,000

Industri dan Pemasaran MINYAK PELUMAS di Indonesia
(Tersedia dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris)

Clear
SKU: N/A.

Product Description

Bisnis oli atau minyak pelumas di Indonesia terus berkembang karena pasar otomotif dan moda transportasi yang terus tumbuh mulai dari sepeda motor hingga kapal terbang, kereta api dan kapal laut serta sektor manufaktur yang mesinnya terus menderu. Tak pelak pemain asing pun terus berdatangan dan peta persaingan pun terus berubah.

Masuknya pelumas impor ini didorong adanya liberalisasi minyak pelumas yang sudah dimulai sejak 14 Februari 2001, melalui Surat Keputusan Presiden No. 21/2001 tentang Penyediaan dan Pelayanan Pelumas. Dengan diberlakukannya Keppres tersebut maka Pertamina tidak lagi mendapatkan hak istimewa memproduksi dan memasarkan minyak pelumas.

Kondisi ini mendorong masuknya produk lain dari luar negeri, dan sejak masuknya merek-merek tersebut, pasar Pertamina yang sebelumnya mendominasi 85% pangsa pasar pelumas di dalam negeri kini hanya tinggal 45-50% saja. Memang secara faktual Pertamina sebagai market leader belum bisa dikalahkan oleh pesaing-pesaingnya.

Sejak hak monopoli Pertamina dihapus beberapa produsen luar negeri membanjiri pasar lokal diantaranya adalah Top One, Shell Helix, Caltex, BP, United, Unicorn, Capiro, Millenium, dan BFT dan yang paling akhir yaitu Petronas dengan merek Syntyum. Ketatnya persaingan yang tidak hanya berasal dari produk impor saja melainkan juga produk sejenis yang diproduksi di dalam negeri, membuat Pertamina mulai melakukan inovasi-inovasi dan strategi baru dalam mempertahankan pasarnya.

Di Indonesia terdapat sekitar 250 merek pelumas, yang beredar di pasar dalam negeri, baik merek lokal maupun asing. Berbagai merek global pun ikut bersaing seperti Sheel, Castrol Power 1, Motul, Top One, BM1 Fusch, Agip, Syntium, Adnoc, Valvoline, Krieger, Chevron, Total, dan Idemitsu dari Jepang. Sedangkan swasta nasional yang meramaikan bisnis ini diantaranya adalah Evalube, Penlube, CGI, Fuji, dan United.

Melihat kondisi persaingan yang begitu ketat dalam industri minyak pelumas, menarik minat BIZTEKA untuk membahasnya lebih lanjut dalam profil industri ini. Dalam laporan ini akan dibahas sejauh mana kebutuhan minyak pelumas di Indonesia, termasuk produksi, ekspor, impor dan konsumsi. Serta prospek pemasaran minyak pelumas dimasa-masa mendatang.

Additional Information

Format

Physical Book

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Industri dan Pemasaran MINYAK PELUMAS di Indonesia”

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!