“METHANOL” Minat Investasi Baru Bermunculan

Industri dan Pemasaran Methanol di Indonesia
Industri dan Pemasaran Methanol

Minat investasi di sektor industri petrokimia, khususnya industri Methanol di Indonesia cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena industri Methanol yang ada saat ini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan Methanol di Indonesia. Belum lagi adanya peluang ekspor yang juga cukup besar.

Program Pemerintah mengenai Mandatori B20 mulai berlaku 1 September 2018 bertujuan untuk mempercepat pemakaian B20 atau biodiesel untuk mengurangi impor bahan bakar minyak jenis solar. Sehingga kebutuhan methanol untuk peningkatan produksi biodiesel di Indonesia pada masa mendatang menjadi alasan bagi investor untuk membangun pabrik methanol di Indonesia. pembangunan pabrik tersebut sebagai antisipasi terhadap tingginya permintaan di pasar ekspor juga untuk mengurangi impor.

Menurut data Kementerian Perindustrian, hingga tahun 2025 mendatang setidaknya ada 11 rencana investasi yang siap dilaksanakan mulai tahun 2018 ini. Menurut Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian, Muhammad Khayam, mengatakan bahwa terdapat tiga rencana investasi pabrik petrokimia yang paling besar untuk segera direalisasikan.

Perkembangan Impor Methanol di Indonesia

Salah satu dari tiga rencana investasi pabrik petrokimia paling besar tersebut adalah pembangunan pabrik methanol oleh PT. Pupuk Kaltim. Menurut rencana PT. Pupuk Kaltim akan membangun 2 pabrik methanol di Bontang, Kalimantan Timur. Kedua pabrik tersebut masing-masing akan memproduksi sekitar 990 ribu metrik ton per tahun.

Profil Perusahaan-perusahan Kertas
Perusahaan Top Makanan dan Minuman
Profil Perusahaan Top Makanan dan Minuman
Perusahaan Kimia di Indonesia
Profil Perusahaan-perusahaan Kimia di Indonesia

 

 

Related posts