Perkembangan Industri Aromatik Hulu

Perkembangan Industri Aromatik Hulu, Melihat semakin tingginya impor aromatik hulu Indonesia, Pemerintah Indonesia berencana untuk menghidupkan dan mengoptimalkan kilang Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan mengoperasikan aromatic mode. Keputusan ini bakal menjadi strategi pemerintah untuk menurunkan impor bahan kimia aromatik hulu, disamping bahan bakar minyak (BBM).

Keputusan menghidupkan kembali PT. TPPI keluar pasca rapat antara Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati, pada awal Agustus 2018 lalu.

Informasi yang diperoleh Bizteka dari PT TPPI menyatakan rencana pengoperasian kembali kilang PT TPPI akan segera dilakukan. Direncanakan paling cepat pada September 2018 pengoperasian kilang untuk aromatic mode dapat dilakukan. Dengan pengoperasian aromatic mode ini, maka disamping produk-produk aromatik seperti benzene, toluene, paraxylene dan orthoxylene  juga dapat menghasilkan produk samping berupa bahan bakar minyak (BBM).

 

Dengan dihentikannya pengoperasian PT TPPI untuk memproduksi bahan kimia aromatik hulu, maka hingga Agustus 2018 seluruh kebutuhan toluene bagi industri lokal masih mengandalkan dari pasokan impor. Menurut sumber Badan Pusat Statistik, dalam lima tahun terakhir ini (2013-2017) volume impor toluene Indonesia menunjukkan fluktuasi dengan laju yang cenderung menurun 0,3% per tahun, sedangkan nilainya menurun 12,4% per tahun.

Pada tahun 2013 lalu  impor toluene Indonesia telah mencapai 123.829 ton dengan nilai US$ 157.164 ribu. Dalam dua tahun berikutnya…(Profil Industri-Bizteka-Sep-2018)

Perkembangan Industri CPO di Indonesia

Industri dan Pemasaran AROMATIK HULU

Perusahan Oil Palm di IndonesiaPerkembangan Bisnis Rumah Sakit di Indonesia

Related posts