Rp500,000

Prospek Industri dan Pemasaran MINYAK SAWIT di Indonesia

Clear
SKU: N/A.

Product Description

MINYAK SAWIT, sebagai komoditas primadona dan banyak disukai dunia, karena mudah diproduksi dan banyak digunakan dalam berbagai industri seperti  pembuatan minyak goreng, margarine, butter, vanaspati, shortening dan bahan untuk membuat kue. Kemudian non pangan melalui proses hidrolisis (splitting) menghasilkan asam lemak dan gliserin yang sering disebut oleokimia. Selain itu bisa digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel.

Walaupun Indonesia merupakan penghasil sawit terbesar dan menjadi produsen minyak sawit dunia, ternyata produk sawit Indonesia menghadapi berbagai persoalan yang sangat pelik yakni kampanye hitam berupa deforestasi, korupsi, pekerja anak, hingga pelanggaran HAM. Sehingga Uni Eropa, Amerika Serikat melakukan hambatan dagang terhadap produk sawit Indonesia. Bahkan India menaikkan pajak impor minyak sawit dua kali lipat. Senat Australia juga kembali mengajukan RUU Competition and Consumer Amendment (Truth in Labeling-Palm Oil).

BIZTEKA (Jurnal Bisnis Industri dan Komoditi edisi Oktober 2018) membahas lebih lanjut mengenai Prospek Industri dan Pemasaran Industri Minyak Sawit (CPO) di Indonesia. Laporan ini disusun berdasarkan dua sumber, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari para pelaku industri minyak sawit. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian serta bank data yang ada di BIZTEKA – CCI.