Rp600,000

Perkembangan dan Prospek Pasar RUMAH SAKIT di Indonesia
Jurnal Bisnis BIZTEKA/April/2022

In stock

Quantity

Product Description

Covid-19  nampaknya masih berpengaruh positif terhadap industri rumah sakit di Indonesia. Hal ini dapat terlihat jumlah rumah sakit di Indonesia selama tahun 2016-2021 terus menunjukan trend meningkat.

Bahkan bisa dikatakan para pelaku usaha (penyelenggara), baik itu Pemerintah, Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dan Swasta mendapatkan momentum ditengah wabah Virus Corona, untuk semakin gencar menambah rumah sakit baru dan perluasan.

Paling menarik, di sektor swasta, baik itu dimiliki perusahaan lokal maupun asing, terlihat tidak segan-segan meluncurkan dananya untuk terus melakukan perluasan dengan mendirikan rumah sakit baru di berbagai kota dan provinsi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah terjadi kenaikkan signifkan dihampir semua rumah sakit baik itu kelas A, B, C dan D.

Disisi lain, untuk mendukung industri rumah sakit agar semakin berkembang, maju serta memberikan jasa pelayanan kepada masyarakat, pemerintahpun memberikan payung hukum yakni Undang Undang Cipta Kerja dan mngeluarkan Peraturan Pemerintah PP 47 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan.

Persoalan dihadapi rumah sakit kedepanya adalah memberikan pelayanan yang baik, mulai dari fasilitas tempat tidur, peralatan kesehatan terlengkap dan termaju dalam teknologi. Langkah ini dilakukan mengingat persaingan yang semakin ketat, terlebih banyak rumah sakit bertaraf international telah masuk ke Indonesia.

Melihat makin berkembangnya industri jasa rumah sakit di Indonesia belakangan ini, maka BIZTEKA tertarik untuk meneliti dan membahas sejauh mana perkembangan industri rumah sakit di Indonesia dalam lima tahun terakhir, termasuk pertumbuhan permintaan masyarakat akan jasa rumah sakit ini, serta memprediksi prospek industri jasa rumah sakit di Indonesia untuk tahun-tahun mendatang.

Laporan khusus ini disusun berdasarkan data primer yang diperoleh dari para pelaku usaha. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Kementrian Kesehatan (Kemenkes), Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARRSI), Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Penanaman Modal, serta bank data yang ada di BIZTEKA.

Send your message
1
Hi friend....
Maybe we can help you ?