Rp520,000

Prospek Industri dan Pemasaran HORTIKULTURA di Indonesia

Clear
SKU: N/A.

Product Description

Prospek Industri dan Pemasaran HORTIKULTURA di Indonesia
Sektor pertanian khususnya komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan potensi agribisnis yang sangat besar untuk dikembangkan terutama untuk peningkatan pendapatan bagi masyarakat, khususnya petani baik berskala kecil hingga skala besar. Produk hortikultura memiliki beberapa keunggulan seperti nilai jual yang tinggi, keragaman jenis, dan serapan pasar dalam dan luar negeri yang terus mengalami peningkatan permintaan baik dalam bentuk segar maupun olahan.

Persoalannya adalah kondisi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Untuk itu dalam rangka memperkuat pembangunan subsektor hortikultura, Kementerian Pertanian telah menetapkan sebanyak 323 jenis produk hortikultura yang meliputi 60 jenis buah-buahan, 80 jenis sayuran, 66 jenis tanaman obat, dan 117 jenis tanaman hias untuk dikembangkan di Indonesia.

Berbagai jenis komoditas hortikultura tersebut terdapat 18 (delapan belas jenis) komoditas utama hortikultura yaitu cabai, bawang merah, kentang, terung, wortel, tomat, jeruk, mangga, alpukat, manggis, pisang, durian, jahe, kapulaga. Komoditas tersebut menjadi komoditas strategis utama yang mendapat perhatian pemerintah (pusat) dalam usahanya melakukan stabilisasi harga melalui peningkatan produksi dan perbaikan mutu produk.

Bahkan untuk mendorong produk tersebut pemerintah menerapkan GAP (Good Agriculture Practices) dan GHP (Good Handling Practices). Keseriusan pemerintah dalam penerapan GAP di Indonesia didukung dengan terbitnya Peraturan Menteri Pertanian No. 48/Permentan/OT.140/10/2009, tanggal 19 Oktober 2009 tentang Pedoman Budidaya Buah dan Sayur yang Baik (Good Agricultural Practices For Fruit and Vegetable). Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 57/ permentan/ OT.140/9/2012 tentang Pedoman Budidaya Tanaman Obat Yang Baik (Good Agriculture Practices for Medicinal Crops).

Disamping itu untuk meningkatkan kemampuan produksi, serta produktivitas lahan pertanian khususnya holtikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2016 ini telah meningkatkan anggaran untuk tanaman hortikultura menjadi sebesar Rp 1,14 triliun dari Rp 1,3 triliun tahun sebelumnya.

Tingginya perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian khususnya hortikultura mendorong BIZTEKA untuk membahas lebih lanjut mengenai prospek industri dan pemasaran hortikultura di Indonesia. Laporan ini disusun berdasarkan dua sumber, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari para pelaku industri hortikultura yang ada di Indonesia. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, Kementerian Keuangan serta bank data yang ada di BIZTEKA-CCI.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Prospek Industri dan Pemasaran HORTIKULTURA di Indonesia”

Your email address will not be published.