Rp600,000

Jurnal Bisnis BIZTEKA/Mei/2022
Prospek Industri dan Pemasaran KARBON AKTIF di Indonesia
________________________________________
Note :

  • Khusus Pembayaran Pembelian Menggunakan Qris,
    Diharuskan Mengirimkan Photo – Judul Produk
    ke (Wa) 0821 9904 0203
  • Pembayaran Pembelian Menggunakan Kartu Kredit atau Bank Transfer Silahkan  Pilih Shop

In stock

Quantity

Product Description

Industri karbon aktif di Indonesia telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal ini disebabkan semakin banyaknya aplikasi karbon aktif untuk sektor industri (penjernih air, makanan, pemurnian minyak & gas, pengolahan LNG, katalisator, farmasi, kimia dan lainnya)  dan  berbagai peralatan bantu manusia.

luasnya pemakaian karbon aktif, telah mendorong meningkatnya permintaan karbon aktif di dalam negeri. Bahkan para pelaku usaha kian gencar memasarkan produknya kepasar luar negeri (ekspor).Untuk pasar ekspor Indonesia merupakan salah satu  pemain yang diperhitungkan dalam industri ini.

Saat ini yang menjadi persoalan adalah meskipun industri kabon aktif telah berkembang dan jumlah perusahaan yang terjun dalam bisnis tersebut cukup banyak, ternyata untuk meningkatkan kemampuan produksi karbon aktif di Indonesia masih belum maksimal. Persoalan ini disebabkan persaingan yang semakin ketat didalam negeri. Ditambah lagi produk impor juga membanjiri pasar lokal dengan harga bersaing.

Situasi ini bila terus dibiarkan berlarut-larut, akan memukul industri karbon aktif di dalam negeri. Fakta tersebut telah terjadi ada pelaku usaha karbon aktif menghentikan kegiatan produksinya. Bahkan sangat dikhawatirkan jika ada pelaku usaha akan beralih hanya menjadi distributor bahan kimia.

Dengan alasan itulah mendorong BIZTEKA untuk mengulas lebih lanjut mengenai prospek industri dan pemasaran Karbon Aktif di Indonesia. Dalam laporan ini disajikan mengenai impor dan ekspor karbon aktif, perkembangan supply dan demand, proyeksi konsumsi serta peluang investasinya lima tahun mendatang.

Laporan khusus ini disusun berdasarkan data primer yang diperoleh dari para produsen dan juga konsumen. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Perindustrian, Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Penanaman Modal, APKASI serta bank data yang ada di BIZTEKA.

Send your message
1
Hi friend....
Maybe we can help you ?