Rp500,000

Prospek Industri dan Pemasaran KEDELAI di Indonesia
Jurnal Bisnis BIZTEKA/Februari/2020

In stock

Quantity

Product Description

Rata-rata kebutuhan kedelai per tahun adalah 3,2 juta ton. Ironisnya pemenuhan kebutuhan kedelai sebanyak 72.5% harus diimpor dari luar negeri. Hal ini terjadi karena produksi dalam negeri tidak mampu mencukupi permintaan produsen tempe dan tahu. Indonesia merupakan negara produsen tahu tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia.

Salah satu faktor penyebab rendahnya produksi kedelai kuning di Indonesia, merupakan bahan baku tempe dan tahu, bukan asli tanaman tropis sehingga hasilnya selalu lebih rendah dari pada Jepang dan Cina. Pemuliaan serta domestikasi belum berhasil sepenuhnya mengubah sifat fotosensitif kedelai putih. Pada sisi lain, kedelai hitam yang tidak bersifat fotosensitif kurang mendapat perhatian dalam pemuliaan meskipun dari segi adaptasi lebih cocok bagi Indonesia.

Melihat potensi pasarnya yang cukup besar, mendorong Bizteka untuk mengulas lebih lanjut mengenai “Prospek Industri Tanaman Kedelai di Indonesia“. Profil industri ini disusun berdasarkan dua sumber, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara Bizteka dengan petani kedelai dan industri pemakainya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik serta bank data yang ada di Bizteka-CCI.