Rp500,000

Prospek Industri & Pemasaran METHYL ETHYL KETONE di Indonesia
Jurnal Bisnis Bizteka Edisi 061/November/ 2020

In stock

Quantity

Product Description

Berdasarkan  informasi yang BIZTEKA peroleh, di Indonesia Methyl Ethyl Ketone belum dapat diproduksi, sehingga seluruh kebutuhan bagi industri lokal masih mengandalkan pasokan impor yang didatangkan dari berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Belanda, Afrika Selatan, Inggris dan lain sebagainya.

Kondisi ini semakin sulit di bendung, karena  pemakaian bahan kimia Methyl Ethyl Ketone oleh kalangan industri ditanah air seperti Cat, Thinner, Tinta cetak, Minyak pelumas dan lainnya semakin meningkat pula.

Pemerintah telah mengajak investor lokal, maupun luar negeri untuk menanamkan modal ke industri tersebut, namun sayangnya ajakan tersebut hingga kini belum disambut.

Seperti diketahui bahan kimia methyl ethyl ketone (MEK) telah banyak digunakan oleh sejumlah negara. Hal ini tidak terlepas kehadiran sejumlah produsen dunia yang terjun dibisnis tersebut. Bahkan mereka tersebar mulai dari kawasan Asia seperti Tiongkok, Jepang, Thailand, hingga Amerika Serikat, Amerika Latin, Eropa dan Afrika.

Untuk suplai dapat diketahui, bahwa suplai methyl ethyl ketone MEK di Indonesia dalam lima tahun terakhir (2016-2020) mengalami pertumbuhan walaupun relatif kecil hanya 4,1% per tahun. Bila pada tahun 2016 suplainya sebesar 31.311 ton, pada tahun 2016 meningkat menjadi 36.405 ton……

Melihat potensi pasar yang besar tersebut, mendorong BIZTEKA untuk membahas lebih lanjut mengenai prospek industri dan pemasaran Methyl Ethyl Ketone (MEK) di Indonesia. Dalam laporan Profil Industri ini dibahas mengenai perkembangan supply dan demand Methyl Ethyl Ketone (MEK) dipasar dalam negeri, harga serta peluang pasarnya dimasa lima tahun mendatang.

Laporan Profil Industri ini disusun berdasarkan dua sumber, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh para distributor kimia serta industri pemakainya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Perindustrian, Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Penanaman Modal serta bank data yang ada di Bizteka. (Daftar isi)