Rp500,000

Prospek Industri dan Pemasaran PUPUK ANORGANIK di Indonesia

Clear
SKU: N/A.

Product Description

Prospek Industri dan Pemasaran Pupuk Anorganik di Indonesia

Sebagai negara agraris, kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan) termasuk pupuk anorganik di Indonesia sangat besar. Walaupun sudah banyak beredar pupuk organik yang lebih bersahabat dengan alam, namun konsumsi pupuk anorganik masih terus meningkat. Hal ini berkaitan dengan efektivitas dan ketersediaannya lebih besar dibanding pupuk organik.

Faktor lainnya yang akan mendorong naiknya permintaan pupuk anorganik di Indonesia pada tahun 2016 ini dan tahun-tahun mendatang antara lain yaitu dicanangkannya kembali Program Ketahanan Pangan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla sejak tahun 2015 lalu.

Program ketahanan pangan yang dicanangkan kembali oleh pemerintah akan mendorong tumbuhnya sektor pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan, dan ini tentunya akan memicu naiknya kebutuhan pupuk khususnya pupuk anorganik.

Beberapa jenis pupuk anorganik yang sering dipakai di Indonesia adalah pupuk tunggal seperti Urea, KCl, Superphospate (SP-36 atau TSP), Ammonium sulphate (ZA)  dan pupuk majemuk yaitu NPK. Khusus untuk pupuk yang berbahan baku Potash (Kalium) di Indonesia mempunyai kendala, yaitu hampir seluruhnya diimpor dari negara lain terutama pupuk KCl, sehingga produksi NPK didalam negeri juga sangat tergantung dari pasokan KCl impor. Besarnya kebutuhan atau permintaan pupuk KCl di Indonesia dalam tahun-tahun terakhir ini tidak terlepas dari perkembangan produksi pupuk NPK tersebut.

Dengan program pemerintah untuk mensubsidi pupuk NPK selain pupuk tunggal, maka konsumsi pupuk majemuk ini juga semakin bertambah besar. Dorongan kepraktisan, efektivitas serta efisiensi yang diakibatkan dari penggunaan pupuk NPK tersebut telah menyebabkan kebutuhan pupuk KCl sebagai bahan baku NPK semakin besar. Selain itu perluasan dan intensifikasi dari sektor perkebunan ke wilayah Indonesia bagian timur juga semakin meningkat.

Melihat kondisi tersebut diatas, mendorong BIZTEKA  untuk membahas lebih lanjut mengenai prospek industri dan pemasaran pupuk anorganik di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. Dalam profil industri ini juga dibahas mengenai perkembangan supply dan demand pupuk anorganik dipasar lokal, harga serta peluang pasarnya di Indonesia dalam lima tahun mendatang.

Laporan ini disusun berdasarkan dua sumber, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari para produsen pupuk anorganik yang ada di Indonesia, serta industri pemakainya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Pertanian, Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Penanaman Modal serta bank data yang ada di BIZTEKA – PT. CCI.