Produksi konsumsi permintaan pabrik propylene di indonesia

Rp500,000

Prospek Industri dan Pemasaran PROPYLENE di Indonesia

In stock

Quantity

Product Description

Prospek Industri dan Pemasaran PROPYLENE di Indonesia, pada tahun 2015 produksinya 377.332 ton,  pada tahun 2016 meningkat menjadi 675.385 ton, meningkat didua tahun berikutnya dan mencapai 822.557 ton pada tahun 2018

Dalam beberapa tahun terakhir ini perkembangan industri hilir propylene didalam negeri mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Kondisi ini tercermin dari utilisasi produksinya yang cenderung meningkat. Dan dilain pihak, sejumlah industri pemakai propylene seperti polypropylene dan acrylic acid melakukan perluasan pabrik. Hal ini tentunya mendorong permintaan propylene sebagai bahan baku hulunya mengalami peningkatan.

Sebagai dampaknya, kapasitas pabrik yang ada tidak mampu lagi untuk memenuhi seluruh permintaan propylene dipasar dalam negeri. Akibatnya ketergantungan Indonesia terhadap propylene impor masih terus berlanjut hingga sekarang, walaupun volume impornya ada kecenderungan yang menurun.

Seiring dengan terus meningkatnya utilisasi industri hilirnya, Bizteka memprediksikan permintaan terhadap propylene dipasar domestik dimasa lima tahun mendatang akan terus meningkat. Apalagi saat ini ada sejumlah industri hilir propylene yang melakukan ekspansi pabrik.

Melihat potensi pasar propylene dipasar dalam negeri yang cukup besar, dan dilain pihak produsen dalam negeri belum mampu untuk memenuhi seluruh kebutuhan pasar domestik,  mendorong Bizteka untuk mengulas lebih lanjut mengenai prospek industri dan pemasaran propylene di Indonesia.

Profil Industri ini disusun berdasarkan dua sumber, yakni data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan produsen propylene nasional dan industri pemakainya. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Departemen Perindustrian, Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) serta bank data yang ada di Bizteka – CCI.