PERTUMBUHAN & KONTRIBUSI EKONOMI INDUSTRI F&B INDONESIA 2025

Industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia pada 2025 menunjukkan performa yang solid dan terus berkembang. Pada kuartal II 2025, subsektor mamin mencatat pertumbuhan sebesar 6,15 persen, melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini juga memberikan kontribusi signifikan bagi PDB industri pengolahan non-migas, mencapai sekitar 41 persen dari PDB industri non-migas.

Investasi di sektor F&B pun menunjukkan optimisme tinggi: realisasi investasi pada kuartal I 2025 telah mencapai Rp 22,63 triliun. Hal ini menggambarkan bahwa pelaku usaha, investor, dan pelaku industri melihat potensi besar di dalam negeri, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun merespon permintaan ekspor.

Menurut proyeksi industri, ukuran pasar layanan makanan (foodservice) di Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai sekitar USD 62,40 miliar, dengan pertumbuhan tahunan yang diproyeksikan terus meningkat selama periode 2025–2030. Dengan demikian, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pasar F&B terbesar di Asia Tenggara.

Tren Konsumen & Transformasi Industri

  • Digitalisasi dan Layanan Pengantaran. Perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi membuat layanan pengantaran makanan dan pemesanan via aplikasi semakin dominan. Banyak pelaku F&B, dari restoran besar hingga “cloud kitchen”, memanfaatkan e-commerce, aplikasi delivery, dan model bisnis berbasis online untuk menjangkau konsumen kota besar yang menginginkan kemudahan dan kecepatan. Fenomena ini mendukung pertumbuhan segmen makanan siap saji, kemasan, dan restoran cepat saji, sekaligus memperluas akses ke konsumen di berbagai wilayah.

Prospek Industri dan Pemasaran ANEKA PANGAN Di Indonesia

 

  • Café & Specialty Coffee — Dari Kota ke Kota Kecil. Budaya kafe, kopi spesial, dan gaya hidup urban terus berkembang. Segmen kafe dan specialty kafe diperkirakan akan mencatat pertumbuhan tertinggi (tingkat pertumbuhan tahunan gabungan/CAGR) sampai 2030. Menariknya, fenomena ini tidak lagi terbatas di kota-kota besar. Semakin banyak kafe berkualitas muncul di kota menengah dan bahkan kota kecil, menandakan bahwa adopsi gaya hidup modern kini meluas ke banyak lapisan masyarakat.

  • Permintaan akan Produk Praktis, Premium, dan Kemasan. Perubahan gaya hidup, terutama urbanisasi dan kesibukan, membuat konsumen lebih mencari makanan dan minuman yang praktis, cepat, dan siap santap. Produk kemasan, makanan siap saji, serta produk “premium & convenient” menjadi segmen yang mengalami peningkatan permintaan. Bagi pelaku usaha F&B, hal ini membuka peluang besar untuk inovasi produk, packaging, distribusi, dan branding sesuai selera konsumen masa kini.

 

  • Desain & Pengalaman — Lebih dari Sekadar Menu. Dalam beberapa tahun terakhir, desain interior restoran, kafe, dan tempat makan menjadi aspek penting dalam menarik pelanggan. Di 2025, desain interior (termasuk penggunaan material ramah lingkungan, suasana nyaman, dan estetika visual) dianggap sebagai faktor kunci dalam suksesnya sebuah outlet F&B. Artinya: konsumen tak hanya mencari makanan atau minuman yang enak, tetapi juga pengalaman makan yang nyaman, instagrammable, dan sesuai gaya hidup mereka.

 

  • Inovasi, Ekspor, dan Globalisasi Industri. Industri F&B Indonesia tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga bergerak ke arah global. Pemerintah dan pelaku industri mendorong kemitraan global, baik dalam bentuk jointventure, ekspor, maupun transfer teknologi. Upaya ini diyakini penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional, serta memperluas pangsa pasar luar negeri. Pameran dan event industri juga tumbuh sebagai platform penting: misalnya, Food & Hospitality Indonesia 2025 (FHI 2025), yang menampilkan lebih dari 700 perusahaan dari 35 negara dan menarik lebih dari 41.000 pengunjung internasional, menunjukkan betapa Indonesia semakin menjadi pusat perhatian sektor hospitality & F&B global. Selain itu, SIAL InterFOOD 2025 juga menjadi magnet bisnis dan inovasi, lebih dari 1.500 peserta dari 26 negara memamerkan produk dan layanan di sektor makanan, minuman, jasa boga, kafe, bakery, hingga restoran.

Perkembangan positif di sektor F&B tidak hanya soal bisnis dan profit. Industri ini berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja. Menurut pernyataan dari pejabat terkait, F&B adalah “motor” penciptaan lapangan kerja di Indonesia, mengakomodasi jutaan pekerja, mulai dari usaha besar hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan terus tumbuhnya investasi, adopsi teknologi, dan permintaan domestik maupun ekspor, sektor F&B juga berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional, keberlanjutan supply chain pangan, dan daya saing produk Indonesia di pasar global. Tahun 2025 menunjukkan bahwa sektor F&B Indonesia berada dalam fase transformasi dan ekspansi yang menarik. Pertumbuhan ekonomi yang kuat, investasi besar, inovasi industri, adopsi teknologi, serta pergeseran gaya hidup konsumen semuanya berkontribusi pada momentum positif ini.

Scroll to Top
Buka WhatsApp
Butuh Bantuan?
Scan the code
care
Hello 👋
Apa yang bisa kami bantu?