Glycerin Indonesia Alami Kenaikan Permintaan

Permintaan glycerin di pasar domestik maupun internasional terus menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang 2024–2025. Bahan kimia serbaguna ini kini menjadi komoditas penting bagi industri kosmetik, farmasi, makanan, dan biodiesel. Glycerin (gliserol) merupakan produk turunan dari minyak nabati seperti kelapa sawit. Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia secara otomatis menjadi salah satu negara dengan suplai glycerin paling stabil di Asia Tenggara.

Asosiasi Kosmetik Indonesia (Perkosmi) melaporkan bahwa penggunaan glycerin meningkat lebih dari 15% pada 2024. Kenaikan ini dipicu oleh tren produk perawatan kulit berbasis hidrasi, seperti serum, moisturizer, dan facial wash. Glycerin memiliki kemampuan menarik dan mengikat air, sehingga menjadi bahan pelembap yang sangat efektif. Hampir semua brand skincare sekarang memasukkan glycerin dalam formulasi inti mereka. Selain sebagai humektan, glycerin juga membantu menstabilkan tekstur produk kosmetik, membuatnya lebih tahan lama dan aman untuk kulit sensitif.

Di sektor farmasi, glycerin digunakan sebagai pelarut obat, bahan sirup, kapsul, hingga antiseptik. Sementara dalam industri makanan, glycerin berfungsi sebagai pemanis rendah kalori, pengawet, dan penambah kelembutan pada produk roti. Pakar industri pangan menilai tren makanan sehat mendorong produsen beralih ke bahan aditif yang dianggap lebih aman. Glycerin berasal dari minyak nabati dan dinilai aman oleh berbagai lembaga internasional. Hal ini membuat produsen food-grade glycerin menerima lebih banyak permintaan dari pasar global.

Sumber pasokan terbesar glycerin berasal dari produksi biodiesel. Ketika pemerintah meningkatkan porsi campuran biodiesel (B35 dan rencana menuju B40), output crude glycerin otomatis naik. Namun, tantangan muncul pada kualitas. Produsen harus memurnikan crude glycerin menjadi refined glycerin agar dapat digunakan di industri kosmetik dan farmasi. Direktur Bahan Kimia Dasar, Kementerian Perindustrian mengemukakan pasokan berlimpah sehingga banyak pabrik mulai berinvestasi pada teknologi refining agar Indonesia tidak hanya mengekspor crude, tapi juga glycerin bernilai tinggi.

Beberapa negara, terutama India, Cina, dan Jepang, meningkatkan impor glycerin untuk mendukung industri kosmetik dan farmasi mereka. Hal ini membuka peluang Indonesia memperkuat posisi sebagai eksportir utama. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa nilai ekspor glycerin Indonesia tumbuh stabil sejak 2023 dan diperkirakan lanjut naik pada 2025 seiring permintaan global.

Berikut beberapa contoh produsen dan perusahaan di Indonesia yang dikenal memproduksi glycerin, baik crude glycerin maupun refined / oleochemical-grade glycerin: PT Wilmar Nabati Indonesia, Musim Mas Group, Louis Dreyfus Company (LDC), PT Sari Dumai Sejati, PT Dua Kuda Indonesia, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, PT Pelita Agung Agriindustri, PT Ecogreen Oleochemicals, PT Nubika Jaya, PT Domba Mas, PT Cosadane Raya Chemical, PT Sumi Asih, PT Flora Sawita, PT Soci Mas, dan PT Permata Hijau Palm Oleo.

Tabel I. Perkembangan Ekspor Gliserol Indonesia Periode 2021-2025 (Oktober)

Tahun  Berat (Ton) USD
2021   1.454.863      966.594.346
2022   1.598.292   1.492.066.755
2023   1.784.960      744.543.106
2024   1.877.990      794.205.852
2025   1.666.187   1.107.635.293
Rata-rata   1.676.458   1.021.009.070
sumber : BPS

 

Data ekspor gliserol Indonesia tahun 2021-2025 berdasarkan data BPS 2025 (hingga bulan Oktober) dengan HC code 15200010, 15200090 dan 29054500. HS code paling banyak dieskpor adalah 29054500 (4.305.501 ton) lalu 15200010 (4.067.843 ton) dan 15200090 (8.948 ton) selama periode tersebut.

 

Indonesia disebut sebagai salah satu produsen glycerin terbesar di dunia, menyumbang porsi besar dari produksi global, terutama karena bahan baku utama, minyak sawit dan minyak nabati lainnya, melimpah di dalam negeri. Karena banyak glycerin berasal dari hasil samping (by-product) industri oleokimia dan biodiesel, perusahaan kelapa sawit / oleokimia besar seperti yang disebut di atas sering juga merangkap sebagai produsen glycerin. Baru-baru ini ada investasi baru di sektor pemurnian glycerin di Indonesia, misalnya proyek pabrik pemurnian milik LDC di Lampung, yang menunjukkan bahwa permintaan terhadap glycerin “refined” (kemurnian tinggi) makin meningkat, terutama dari sektor kosmetik, farmasi, dan bahan kimia hilir.

Tabel II. Sepuluh Negara Pengekspor Gliserol Terbesar di Dunia Berdasarkan UN Comtrade 2025

Negara 2020 2021 2022 2023 2024
Indonesia   1.258.517   1.457.499   1.601.818   1.784.960   1.881.892
Cina   1.050.207   1.626.646   1.726.764      736.461   2.293.506
Malaysia      537.309      607.824      626.328      728.711      821.761
Belanda      647.232      570.361      694.663      458.451      577.006
Jerman      674.261      487.862      665.460      634.030      367.690
Brazil      478.893      490.231      489.846      570.313      721.608
USA        63.210      262.244      316.009      233.836      141.809
Denmark      172.528      117.992      193.819      266.358      157.506
Perancis      209.784      199.514      202.774      173.227        14.285
India      162.938      190.160      171.973      122.821      137.750
Negara pengekspor gliserol terbanyak di dunia (dalam ton) berdasarkan UN Comtrade 2025 dengan HS code 152000 dan 290545. Secara total, Indonesia menduduki peringkat pertama dunia, disusul Cina dan Malaysia.

Scroll to Top
Buka WhatsApp
Butuh Bantuan?
Scan the code
care
Hello 👋
Apa yang bisa kami bantu?