Masalah Industri pakan ternak di Indonesia adalah ketergantungan terhadap bahan kimia pakan ternak Lysine, Methionine, Lecithine, Threonine, dan Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) yang semua itu masih harus didatangkan dari luar negeri, bahkan untuk bahan kimia Lysine yang telah diproduksi di tanah air-pun belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan didalam negeri, sedangkan disi lain industri peternakan unggas dan lainnya tumbuh pesat, sehingga mendorong produsen pakan ternak harus memacu produksinya, artinya secara otomatis berdampak terhadap pemakaian bahan kimia pakan ternak akan semakin besar.
Potensi kimia pakan ternak dapat di lihat dari konsumsi daging didalam negeri yang terus meningkat serta pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia.
Dengan potensi tersebut mendorong Bizteka untuk membahas lebih lanjut mengenai prospek industri dan pasar Bahan Kimia Pakan Ternak Di Indonesia
Dalam laporan bizteka edisi Januari 2026 membahas Perkembangan Suplai dan Demand, Industri Kimia Pakan Ternak serta peluang pasarnya pada 5 tahun mendatang. (Selengkapnya pada daftar isi)
Laporan ini disusun berdasarkan data Primer yang di peroleh dari distributor kimia dan Industri pemakainya, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Perindustrian, Gabungan Pengusaha Pakan Ternak (GPMT), Dirjen Peternakan, Badan Pusat Statistik, Badan Koordinasi Penanaman Modal serta bank data yang ada di Bizteka-CCI.







