Prospek Industri dan Pasar CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) di Indonesia, 2026

Rp600.000

Soft Copy Jurnal Bizteka Edisi 129 Juli 2026

Daftar isi

Industri dan Pasar CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) di Indonesia. Dalam menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global tersebut, Indonesia secara resmi (Juni 2026) meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun yang dialokasikan untuk bantuan pangan, program magang dan vokasi serta untuk insentif transportasi. Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu menjaga konsumsi rumah tangga, meningkatkan aktivitas ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.

CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) merupakan salah satu turunan selulosa yang banyak digunakan sebagai bahan tambahan (additive) pada berbagai sektor industri. CMC dimanfaatkan secara luas pada industri makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, deterjen, tekstil, kertas, keramik, hingga industri minyak dan gas.

Di Indonesia, kebutuhan CMC mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, CMC berfungsi sebagai pengental, penstabil, dan pembentuk tekstur pada berbagai produk seperti es krim, saus, minuman, mi instan, dan produk bakery. Selain itu, industri deterjen memanfaatkan CMC sebagai anti-redeposition agent untuk mencegah kotoran menempel kembali pada kain, sedangkan industri farmasi menggunakan CMC sebagai binder (pengikat) dan suspending agent (menjaga partikel tetap tersebar dalam cairan) pada sediaan obat.

Sebagai perusahaan Market Research, PT Citra Cendekia Indonesai telah melakukan penelitian-nya pada industri CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) di Indonesia dan telah menyusun-nya pada jurnal Bizteka  edisi 129 Juli 2026  yang berjudul “Prospek Industri dan Pasar CARBOXYMETHYL CELLULOSE di Indonesia, 2026”.

Dalam menyusun kajian ini BIZTEKA menggunakan Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan para pelaku bisnis di bidang CMC, baik produsen, distributor maupun industry pemakai CMC yang ada di Indonesia. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Perindustrian, Badan Pusat Statistik, Badan Koordinator Penanaman Modal serta bank data yang ada di Bizkteka-CCI.

Prospek Industri dan Pasar CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) di Indonesia, 2026Prospek Industri dan Pasar CARBOXYMETHYL CELLULOSE (CMC) di Indonesia, 2026
Rp600.000
Scroll to Top
Buka WhatsApp
Butuh Bantuan?
Scan the code
care
Hello 👋
Apa yang bisa kami bantu?