(Daftar isi.) Industri pariwisata mendorong peningkatan ekonomi melalui agen perjalanan, perhotelan, transportasi, restoran, kerajinan tangan dan “event” sehingga akan meningkatkan permintaan barang/jasa serta menciptakan lapangan kerja baru. Secara struktural, pariwisata Indonesia 2026 masih menghadapi tantangan klasik serta dinamika geopolitik global – setelah pecah perang Amerika Serikat, Israel melawan Iran, sehingga berdampak terhadap sektor pariwisata di tanah air berupa pembatalan sejumlah penerbangan (sekitar 60 ribu wisatawan mancanegara dengan potensi kehilangan devisa mencapai Rp2,04 triliun) serta potensi kenaikan biaya transportasi.
Keindahan alam, budaya, dan kekayaan kuliner menjadikan Indonesia magnet bagi wisatawan baik lokal atupun mancanegara, dimana pelaku usaha seperti hotel mendapatkan keuntungan dari jumlah tamu hotel yang semakin meningkat dengan tingkat Penghunian Kamar (TPK) hampir diatas 60% hingga 100% dimasa libur panjang, maupun pergantian tahun.
Sejak 2022 hingga tahun 2026 ada sejumlah hotel baru yang selesai dibangun atau masih dalam konstruksi, yang artinya bisnis perhotelan masih diminati oleh sejumlah investor lokal maupun asing untuk menanamkan modalnya.
Meskipun demikian, bisnis perhotelan menghadapi persaingan yang cukup ketat, dimana sebagian besar hotel di Indonesia merupakan bagian dari chain hotel atau hotel jaringan sehingga terjadi perang tarif, dengan berbagai fasilitas-fasilitas yang ditawarkan sebagai alat untuk menaikan daya tarik kepada calon tamu atau konsumen.
Dengan problema tersebut, jurnal bisnis BIZTEKA edisi Juni 2026 telah mengulas lebih dalam terhadap Perkembangan Industri dan Prospek Pasar Hotel di Indonesia 2026. Dalam jurnal tersebut mengulas mengenai Jumlah Hotel, Tingkat Penghunian Kamar, Jumlah Tamu Hotel, Jumlah Rata-Rata Lama Menginap Tamu Hotel serta proyeksi dalam lima tahun mendatang.
Selain itu, Bizteka edisi Juni 2026 juga menampilkan bisnis dan analisanya tentang ASITA DAN TRAVEL MEET ASIA, BJL GRUP, NAIKNYA HARGA AVTUR, PARIWISATA PELUANG DIBALIK MELEMAHNYA NILAI TUKAR RUPIAH dan lainya.
Pada info Bizteka edisi Juni 2026 kali ini menampilkan PROSPEK INDUSTRI DAN PASAR CAFÉ & RESTAURANT DI INDONESIA dengan substansi pembahasan seperti : Gambaran Umum Industri Café Dan Restaurant, Peran Food and Beverage, Perilaku Konsumen, Gaya Hidup Eating Out, Coffee Culture, dan Delivery Service, Jumlah Kafe dan Restauran, Investasi Asing dan Dalam Negeri, Franchise Asing, Ekspansi Brand hingga Struktur Supply.
Selain itu pada info Bizteka edisi Juni 2026 kali ini juga menampilkan 5 PROFIL PERUSAHAAN TERPILIH DI BIDANG PERHOTELAN, diantaranya : PT. CIPUTRA DEVELOPMENT, Tbk, PT. SUMMARECON AGUNG, Tbk, PT. PAKUWON JATI, Tbk, PT. JAYA SUKSES MAKMUR SENTOSA, Tbk dan PT. PANTAI INDAH KAPUK DUA, Tbk.
Profile 5 perusahaan terpilih tersebut menampilkan kondisi perusahaan berdasarkan Total Aset, Pendapatan dan laba bersih sejak tahun 2022 sampai tahun 2026 (Maret) atau 5 tahun berjalan, sehingga dapat terlihat perkembangan bisnis perhotelan dalam 5 tahun terakhir. (Daftar isi)







