Tekanan Harga Pupuk Nitrogen 2025: Urea & Ammonium Sulfate Jadi Sorotan Petani dan Pemerintah

Ketersediaan dan harga pupuk nitrogen seperti urea dan ammonium sulfate menjadi salah satu fokus penting di sektor pertanian nasional tahun 2025, di tengah usaha pemerintah menjaga produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan. Indonesia mengalokasikan sebanyak 9,55 juta ton pupuk bersubsidi pada 2025, termasuk 4,6 juta ton urea untuk mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas kebijakan pemerintah.

Namun, dinamika harga pupuk global dan tantangan distribusi tetap menjadi tekanan bagi petani. Harga pupuk global mengalami kenaikan signifikan sepanjang 2025, dipengaruhi oleh faktor pasokan energi dan kebijakan perdagangan internasional, sehingga harga urea di beberapa pasar dunia tercatat meningkat cukup tajam. Meskipun demikian, di dalam negeri pemerintah sempat melakukan penyesuaian harga untuk mengurangi beban petani. Mulai 22 Oktober 2025, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk urea turun dari Rp 2.250 per kilogram menjadi Rp 1.800 per kilogram agar biaya produksi pertanian lebih terjangkau.

Meski harga eceran turun, realitas di lapangan belum sepenuhnya merata. Beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) sempat melaporkan harga pupuk yang dijual di atas HET, menyentuh Rp 300.000 per kuintal, yang memicu intervensi dari Kementerian Pertanian untuk menstabilkan harga di tingkat pengecer.

Sementara itu, penyaluran pupuk bersubsidi menunjukkan tren positif pada awal tahun 2025. Pada kuartal I/2025, serapan pupuk bersubsidi naik 33 persen menjadi sekitar 1,6 juta ton, mencerminkan permintaan tinggi dari petani terhadap pupuk urea dan jenis lainnya untuk musim tanam. Pupuk bersubsidi sendiri berdampak signifikan pada produktivitas pertanian karena dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen, sehingga menjadi komponen penting dalam upaya mendukung swasembada pangan.

Dalam konteks ini, ammonium sulfate (yang juga termasuk pupuk nitrogen dengan kandungan belerang) berperan sebagai komplementer urea, terutama di lahan dengan kebutuhan sulfur tinggi. Walaupun data spesifik produksi dan harga ammonium sulfate nasional lebih terbatas, tren global menunjukkan bahwa pupuk nitrogen lain seperti ammonium sulfate turut terdampak oleh dinamika harga bahan baku kimia dan energi, sehingga pemerintah perlu terus memastikan ketersediaan serta keterjangkauan bagi petani. Fungsi kedua pupuk ini, urea untuk nitrogen tinggi dan ammonium sulfate untuk nitrogen plus belerang, menunjukkan bahwa keseimbangan hara tetap menjadi kunci produktivitas tanaman nasional, sehingga pengendalian harga, distribusi menyeluruh, dan dukungan kebijakan subsidi menjadi faktor penentu keberhasilan produksi pertanian Indonesia di tengah tantangan pasar global.

Scroll to Top
Buka WhatsApp
Butuh Bantuan?
Scan the code
care
Hello 👋
Apa yang bisa kami bantu?