Secara umum, jumlah pemudik Lebaran 2026 diperkirakan sedikit lebih sedikit dibanding tahun 2025. Tahun 2026: sekitar 143,9 juta orang diprediksi mudik. Tahun 2025: sekitar 146 juta orang (berdasarkan survei sebelumnya). Artinya, ada penurunan sekitar 1–2% dibanding tahun lalu.
Kenapa bisa turun? Beberapa faktor yang disebut antara lain daya beli masyarakat melemah serta kondisi ekonomi yang membuat orang menahan biaya perjalanan.
Tapi ada catatan penting! Walaupun totalnya sedikit turun, tetapi di beberapa sektor (misalnya transportasi tertentu), jumlah penumpang justru naik, sehingga di lapangan, tetap terasa ramai bahkan padat.
Maksudnya, meskipun total orang yang mudik sedikit turun, penggunaan beberapa moda transportasi justru meningkat, dan ini memang terjadi di 2026. Pengguna angkutan umum naik sekitar 9–10% dibanding 2025. Bahkan pada periode tertentu (puncak arus mudik) total pengguna angkutan umum naik sampai 10,79%. Hampir semua moda naik: kereta api ↑ ~14–15%, penyeberangan ↑ ~13–15%, bus ↑ ~8%, juga pesawat ↑ ~5–6%.
Kenapa bisa begitu? Ada beberapa alasan utama:
- Program “mudik gratis”. Pemerintah dan BUMN menyediakan banyak program mudik gratis. Hal ini menyebabkan banyak pemudik lebih memilih transportasi umum.
- Peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Banyak orang yang biasanya naik motor atau mobil pribadi, sekarang pindah ke kereta, bus, atau pesawat. Jadi total orang bisa turun, tapi penumpang transportasi umum naik.
- Transportasi makin nyaman & terintegrasi: jadwal lebih baik, kapasitas ditambah, banyak pilihan moda (multimoda) sehingga banyak orang lebih tertarik pakai transportasi umum.
- Faktor biaya & ekonomi. Naik kendaraan pribadi (BBM, tol) makin mahal dan transportasi umum sering lebih hemat.
Tabel 1. Jumlah Pemudik di Indonesia per Tahun
| Tahun | Jumlah Pemudik |
| 2020 | ± 0,29 juta (anjlok karena COVID-19) |
| 2021 | sangat rendah (masih pembatasan mudik) |
| 2022 | ± 79,4 – 85,5 juta |
| 2023 | ± 123,8 juta |
| 2024 | ± 193,6 juta (rekor tertinggi) |
| 2025 | ± 146,4 juta |
| 2026 | ± 143,9 juta (prediksi) |
