Ekspor Sepeda Motor (CBU Maupun CKD) Indonesia

Selain menggarap pasar domestik, produsen dalam negeri juga tengah gencar pula melakukan ekspor produknya kesejumlah negara. Apalagi kondisi di tanah air tengah lesu. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik ekspor sepeda motor Indonesia dalam keadaan utuh dan terurai dalam nomor HS 8711.10.1100 – 8711.20.900 dalam lima tahun terakhir ini mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pada tahun 2011 ekspor sepeda motor tercatat 10.877.361 kg atau sebanyak 94.586 unit dengan nilai US$ 100,5 juta, kemudian pada tahun 2012 meningkat menjadi 19.918.609 kg atau sebanyak 173.205 unit senilai US$ 200,2 juta, namun pada tahun 2013 ekspor sepeda motor terlihat mengalami penurun yakni menjadi 13.114.321 kg atau 114.038 unit.

Pada tahun 2014 ekspor sepeda motor, nampak terlihat kembali naik yakni menjadi 16.622.565 kg atau 144.544 unit. Bahkan keadaan ini terus berlanjut di tahun 2015 seiring lesunya permintaan, ekspor sepeda motor tercatat 30.743.864 kg atau sebanyak 267.338 unit. Sementara di tahun 2016 lalu hingga bulan November ekspor sepeda motor telah tercatat 298.364 unit. Bahkan AISI memproyeksikan ekspor sepeda motor pada tahun 2017 mampu menembus angka 336.00 unit. Dengan cara memperluas pasar ekspor kesejumlah negara baru, meskipun sangat tergantung pada kondidi ekonomi global.

Saat ini anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang sangat gencar melakukan ekspor sepeda motor ke sejumlah negara yakni Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, kemudian PT Astra Honda Motor (AHM), disusul posisi ketiga PT Suzuki Indomobil Motor, PT TVS Motor Company Indonesia dan PT Kawasaki Motor Indonesia.

Sepeda motor yang menjadi tujuan ekspor diantaranya Yamaha Nmax, Yamaha R25, Yamaha MT-25, Soul GT125, Mio M3, Xabre dan MX King, kemudian Honda BeAT eSP, Honda All New BeAT, Honda Sonic 150R, Suzuki Address, TVS NXR110, Kawasaki Ninja.

Ekspor Sepeda Motor (CBU Maupun CKD) Indonesia, 2011 – 2016
Ekspor Sepeda Motor

Related posts

error: Content is protected !!